Jumat, 01 November 2013

Kepribadian dan Gaya hidup (Bab 5)

 PENGERTIAN KEPRIBADIAN 
  • Kepribadian adalah ciri-ciri psikologis di dalam diri seseorang yang merupakan faktor yang membedakan seseorang dari yang lain.  (Schiffman, 2000) 
  • Kepribadian adalah karakteristik yang ada dalam diri individu yang akan menentukan respon seseorang terhadap lingkungan. (Suryani,200) 
  • Kepribadian konsumen bersifat unik. Artinya tidak ada konsumen yang memiliki keppribadi yang sama persis.
 Dapat disimpulkan Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Kepribadian juga berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri (inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakteristik tersebut mengambarkan ciri unik dari masing-masing individu.

Kepribadian dan Perilaku Konsumen
Pemasar berusaha mengetahui kepribadian konsumen dan apa pengaruhnya terhadap perilaku konsumsi .

Karakteristik Pribadi Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Setiadi (2003) menyatakan bahwa, “keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik seperti : umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli”.

Teori-Teori Kepribadian
1.   Teori psychoanalitis
Teori yang dipelopori Sigmund freud ini menunjukkan bahwa perilaku manusia dikuasai oleh personalitasnya atau kepribadiannya. Teori psikoanalitis
menekankan pada sifat-sifat kepribadian yang disadari sebagai hasil dari konflik masa kanak-kanak. Konflik itu diturunkan menjadi 3komponen kepribadian sebagai berikut:



a.   Id (libido)
Id adalah sumber kekuatan yang dibawa sejak lahir yang mengendalikan perilaku dan merupakan sub sistem dari kepribadian. Sumber kekuatan ini selalu mengarahkan perilaku untuk mencapai kesenangan dan menghindari penderitaan. Id merupakan upaya untuk memperoleh kesenangan, penghargaan, dan pemuasan yang diwujudkan lewat libido dan agresi.

b.   Ego
 Ego sumber rasa sadar yang mewakili logika dan dihubungkan dengan prinsip realitas. Ego merupakan sub sistem yang berfungsi melayani dan mengendalikan dua sistem lainnya dengan cara interaksi dengan dunia luar. Ego
adalah perantara Id yang memberikan reaksi terhadap keinginan Id dengan mempertimbangkan terlebih dahulu apakah keinginan itu dapat memuaskan atau tidak.

c.    Superego
Superego adalah pengekang Id yang menekan gejolak nafsu yang ada pada manusia. Seperego tidak mengatur Id, tapi memberikan hukuman terhadap perilaku yang tidak dapat diterima dengan menciptakan rasa bersalah. Superego adalah motivasi untuk bertindak secara bermoral. Superego menetapkan suatu norma yang melandasi ego memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah. Kesadaran dalam superego diterapkan melalui penyerapan nilai-nilai cultural dan moral masyarakat. Oleh karena itu, orang tua menjadi faktor penting dalam pengembangan superego anak-anak.

2.   Teori sosial
Dari teori sosial, kepribadian dijelaskan dengan perilaku yang konsisten memperlihatkan hubungan orang-orang dengan situasi sosial. Dalam pandangan teori ini, setiap orang berperilaku sesuai dengan tuntutan sosial. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa iklan produk seperti pencuci mulut dan sabun selalu dikaitkan dengan hubungan sosial karena pesan iklan tersebut selalu menggambarkan agar seseorang dapat diterima dalam pergaulan sosial.

3.   Teori konsep diri
Dalam pandangan teori konsep diri, manusia mempunyai pandangan persepsi atas dirinya sendiri. Sehingga, setiap individu menjadi subjek dan objek persepsi.konsep diri yang dimiliki individu adalah penilaian-penilaian terhadap dirinya yang berhubungan dengan sifat-sifat seperti, bahagia, keberuntungan, modern, praktis, dll. Secara umum, konsep diri diatur berdasarkan dua prinsip, yaitu keinginan mencapai konsistensi dan keinginan meningkatkan harga diri (self esteem). Konsep actual self (diri yang sebenarnya) yang diterapkan dalam pemasaran menyatakan bahwa pembelian yang dilakukan konsumen dipengaruhi oleh konsep yang dimiliki oleh orang itu sendiri. Sedangkan konsep ideal self (dirinya yang ideal) yang berhubungan dengan self esteem merupakan sifat positif terhadap dirinya sendiri. Selain dua konsep tersebut, terdapat konsep yang disebut dengan extended self (diri yang diperluas). Konsep ini menjelaskan bahwa tidak hanya citra diri kita yang mempengarui pemilihan produk, akan tetapi, produk yang dipilih juga memberikan pengaruh terhadap diri kita
.
4.   Teori Sifat / Ciri (Trait Theory)
Trait adalah setiap karakteristik yang berbeda yang berbeda antara satu dan lainnya serta bersifat relatif permanen dan konsisten. Pendekatan kepribadian teori ini berusaha mengkuantitatifkan karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh seseorang. Ada beberapa ciri spesifik yang sesuai dengan perilaku konsumen, yaitu, innovativeness (keinginan mencoba sesuatu yang baru), materialism (keinginan memperoleh atau memiliki produk sebanyak-banyaknya), need cognition (usaha memikirkan sesuatu yang menimbulkan usaha memikirkan informasi merek).

Dimensi Kepribadian
Berdasarkan riset yang mengesankan, terdapat lima dimensi yang mendasari semua dimensi lain. Pemasar harus mengetahu lima dimensi berikut agar dapat mengkategorikan sasaran pemasannya ke dalam dimensi tersebut sehingga, perusahan menciptakan produk-produk yang sesuai dengan kepribadian konsumen. Dimensi-dimensi tersebut ialah:
1.   Ekstraversi
Dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang senang bergaul, banyak bicara, dan tegas.
2.   Sifat menyenangkan
Dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang baik hati, kooperatif, dan mempercayai.
3.   Sifat mendengarkan kata hati
Dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang bertanggung jawab, tekun, dan berorientasi prestasi.
4.   Kemantapan emosional
Dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang tenang, bergairah, terjamin (positif), lawannya, tegang, gelisah, murung dan tak kokoh (negatif).
5.   Keterbukaan terhadap pengalaman
Dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang imajinatif, peka, dan intelektual. 

NILAI DAN GAYA HIDUP
Nilai adalah arti yang diberikan manusia terhadap benda karena benda tersebut dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia atau dapat ditukarkan dengan benda lain. Nilai juga memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat karena nilai sendiri merupakan ukuran mengenai baik dan buruk, benar dan salah, pantas dan tak pantas. Nilai sangat mencerminkan suatu kualitas pilihan dalam tindakan dalam hal apapun termasuk melakukan pembelian.


  •  Gaya hidup merupakan sebuah penggambaran “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. (Kottler dalam sakinah, 2000) 
  •  Gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak macam gaya hidup yang diketahui sedang berkembang di masyarakat sekarang ini misalnya gaya hidup metropolis dan gaya hidup global dan lain sebagainya (Menurut Susanto)
  •  Gaya hidup adalah bagaimana cara individu menghabiskan waktu mereka aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. (Plummer 1983)
  •  Gaya hidup juga sangat mempengaruhi pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utana yaitu pekerjaan, persahabatan dan cinta. (Adler dalam Hall & Lindzey, 1985)
  •  Salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah konsep diri. (Sarwono) 
  •  Pola hidup yang berhubungan dengan uang dan waktu dilaksanakan oleh seseorang yang berhubungan dengan keputusan. Orang yang sudah mengambil suatu keputusan langkah selanjutnya adalah tindakan. (Hawkins dalam Nugroho, 2002)
 Dapat disimpulkan Gaya hidup pada prinsipnya bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Hal ini dinilai dengan bertanya kepada konsumen tentang aktivitas, minat, dan opini mereka. Gaya hidup berhubungan dengan tindakan nyata dan pembelian yang dilakukan konsumen.
Misalnya, ada orang yang senang mencari hiburan bersama teman-temannya, ada yang senang menyendiri, ada yang senang berpergian bersama keluarga berbelanja dan adapula yang memiliki waktu luang dan uang berlebih untuk kegiatan social-keagamaan. Gaya hidup dapat mempengaruhi seseorang dan akhirya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang.
Gaya hidup seperti itupun membawa perubahan terhadap selera seseorang, kebiasaan dan perilaku seseorng untuk melakukan pembelian. Perubahan lain yang terjadi adalah meningkatnya keinginan untuk menikmati hidup.

MENGGUNAKAN KARATERISTIK GAYA HIDUP DALAM STRATEGI PEMASARAN

Aplikasi Kepribadian, konsep diri, gaya hidup, psikografi dalam strategi pemasaran :
1.   Segmentasi pasar sasaran
contoh : Pada produk susu mengidentifikasi beberapa kelompok gaya hidup konsumen,  yaitu :
·        Konsumen yang menginginkan kesehatan dan kebutuhan gizinya terpenuhi
·        Kelompok konsumen yang sangat memperhatikan kandungan kadar lemak susu karena takut kegemukan
·        Konsumen yang mengkonsumsi karena kebiasaan saja
Berdasarkan ke tiga kelompok ini muncul dua produk yaitu:
Produk dengan kadar lemak dan kandungan gizi yang normal yang diperuntukkan kelompok ke satu dan ke tiga. Jenis produk kedua yaitu susu yang mempunyai kadar lemak yang rendah
2.   Membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan
3.   Pemasar dapat menempatkan iklan produknya pada media-media yang paling cocok
4.    Pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup mereka

Nilai dan Gaya hidup dalam perilaku konsumen sangat berkaitan erat dalam kaidah-kaidah menganalisa Perilaku Konsumen serta relevansinya dengan strategi market dalam membentuk sebuah konsumen yang kuat dengan produsennya. Produsen tentu memiliki standar prosedur dalam menguasai pasar, tentunya apabila ingin memperoleh dan mendapatkan hati di para konsumen, hal-hal yang berkaitan dengan ini yaitu melakukan riset pemasaran, agar memperoleh hasil yang maksimal dalam proses penjualan.
Kepribadian dan gaya hidup adalah naluri alamiah yang merupakan atribut atau sifat-sifat yang berada pada sifat manusia, bagaimana cara manusia berfikir, faktor lingkungan sebagai sebuah objek pengaruh dalam menentukan pola berfikir manusia, dan juga faktor pendapatan yang membentuk manusia pada pola-pola konsumerisme. Cara berfikir manusia adalah sebuah ideologi atau gagasan yang bersifat idealistis yang dimiliki setiap manusia secara alamiah untuk menentukan suatu pola terarah dan memiliki sikap dalam menentukan banyak hal, hal inilah yang menjadi indikator bagi para pemasar, bagaimana mereka menganalisa sebuah pemikiran masyarakat agar mau membeli produk mereka.
Faktor-faktor lingkungan adalah suatu pola eksternal dalam mempengaruhi pola berfikir manusia dalam bersikap, yang akhirnya menjadi gaya hidup dan perilaku seseorang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Pendapatan adalah sebuah hal pokok, yang akhirnya membentuk sebuah perilaku konsumen dalam bersikap dan juga memenuhi kebutuhan hidupnya, seorang yang memiliki pendapatan besar tentu memiliki gaya hidup yang berbeda dalam menjalani sebuah kehidupannya sehingga munculah sebuah perilaku konsumerisme, yaitu pola hidup yang berlebih-lebihan dalam mengambil keputusan untuk sebuah pola yang lebih dari apa yang dibutuhkan.

Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar