Jumat, 25 Januari 2013

Dinamisasi Upaya Menuju Revitalisasi Pembudayaan Pancasila Pada Generasi Muda di Era Informatika

Pancasila sebagai identitas dan idealitas Bangsa Indonesia sudah selayaknya patut untuk dijiwai seluruh Bangsa Indonesia, termasuk dari kalangan muda. Pancasila yang sejatinya adalah ideologi, dasar negara dan falsafah hidup Negara Indonesia yang harus dijaga eksistensi dan keberadaannya oleh seluruh Bangsa Indonesia. Hal ini karena itu semua adalah amanah perjuangan para founding father negara kita. Sehingga sangat urgensi sekali pembudayaan pancasila itu harus benar-benar dilakukan oleh generasi muda saat ini.
Namun seiring dengan proses modernisasi dan globalisasi yang kian rancak, seolah nilai-nilai pancasila terdiskreditkan secara sengaja ataupun tidak sengaja. Bahkan sangat ironi sekali jika beberapa generasi muda saat ini tidak hafal lima sila yang ada dalam pancasila. Inilah yang harus menjadi keprihatinan seluruh bangsa Indonesia.
Selama ini memang sudah dilakukan infiltrasi pembudayaan Pancasila kedalam kurikulum sistem pendidikan nasional. Akan tetapi orientasinya adalah kearah nila semata, kurang menyentuh ke ruh pendidikannya, sehingga terkesan hanya mengejar nilai, nilai, dan nilai. Hal ini berimplikasi pada kurang kokohnya ruh pancasila terjiwai di dalam diri generasi muda saat ini. Apalagi seiring arus globalisasi yang salah satunya adalah ditandai pada pesatnya perkembangan informatika. Sadar ataupun tidak, pancasila akan dihadapkan pada sebuah tantangan, baik dari luar maupun dari dalam sendiri.
Dengan canggihnya dunia informatika seperti mass media, jika tidak hati-hati maka akan terjadi skenarionisasi media, media bisa bertindak sesuka hati asal sesuai dengan tendensi mereka. Hal ini tidak menutup kemungkinan akan mengarahkan ke sebuah opini publik yang belum tentu kebenarannya dan yang paling berbahaya jika yang diangkat adalah hal-hal yang mendiskreditkan nilai-nilai dari pancasila itu sendiri.

Dari permasalahan diatas perlu adanya dinamisasi dalam pembudayaan pancasila sebagai solusi untuk dangkalnya penjiwaan dan re-orientasi Pancasila dikalangan muda. Perlu adanya inovasi dan kreasi dalam upaya-upaya pembudayaan Pancasila ini ke kalangan generasi muda. Sehingga Pancasila akan mudak diterima oleh kalangan muda. Dengan berkembangnya dunia informatika yang kian lama kian pesat. Hal ini justru bisa kita manfaatkan sebagai media untuk memunculkan kembali ruh ke-Pancasila-an di kalangan muda. Dengan memanfaatkan segala fitur-fitur yang ditawarkan dunia informatika kita bisa menunjukkan bahwa memang pancasila itu tidak stagnan pada hal-hal yang “terkesan” tidak mengikuti zaman, namun pancasila bisa berkembang mengikuti trend anak muda zaman. Kita tanamkan bahwa setiap bangsa Indonesia harus bangga dan merasa memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsanya. Pancasila bukan hanya untuk kalangan negarawan, politisi, pemerintah dan praktisi pendidik. Namun yang terpenting adalah pancasila bisa dimiliki oleh seluruh bangsa Indonesia, laki-laki perempuan, tua muda, bangsawan ataupun rakyat biasa.

Dalam tulisan ini menawarkan beberapa solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
 
        1.    Memperbanyak Pengadaan Referensi Online
Memasuki generasi informatika saat ini, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang bisa kita manfaatkan, termasuk salah satunya adalah menjamurnya jurnal-jurnal nasional maupun internasional yang berbasis openshare  di dunia internet yang bisa kita akses secara cuma-cuma. Ini artinya sudah tidak alasan jika kita mengatakan mencari buku itu susahnya bukan main. Namun dengan hadirnya fasilitas ini, tentu akan sangat memudahkan kita untuk mencari referensi apapun itu.

         2.     Menggiatkan Forum Opini dan Diskusi Publik secara Online
Diakui atau tidak, acara-acara diskusi kebangsaan ataupun kepancasilaan jarang sekali diadakan. Kurang tahu modus kenapa ini bisa terjadi, ada beberapa kemungkinan kendala yang dihadapi. Kendala ruang dan waktu salah satunya. Dengan menggiatkan forum diskusi publik secara online kedua masalah ini bisa teratasi. Forum online bisa dilakukan kapanpun dan dinamapun berada.

       3.    Mengadakan Pancasila Lovers Competition
Pancasila memberikan ruang berkreasi dan berinovasi kepada generasi muda. Sebagai generasi muda, kita boleh berkreasi seluas dan sedahsyat mungkin namun kita landasi semuannya itu dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Mungkin dengan metode inilah kita bisa memperkenalkan Pancasila di segmen generasi muda dengan cara yang lebih “anak muda banget”, sehingga generasi muda merasa lebih “enjoy” dan dengan mudah dan senang mengenal Pancasila. Sebenarnya banyak sekali hobi-hobi kalangan muda yang bisa digunakan sebagai media untuk memperkanalkan pancasila di segmen kalangan muda. Mungkin dengan sebuah konsep Pancasila Lovers Competition bisa diadakan dalam bentuk lomba design dan blog bertemakan Pancasila.

        4.    Menggencarkan Iklan Layanan Masyarakat tentang Pancasila
Iklan bertemakan semangat dan bangga dengan Pancasila bisa dilakukan melalui banner-banner iklan di website, juga bisa berupa video yang ditautkan dengan youtube, selain itu kita juga bisa memanfaatkan media streaming, akan sangat menarik jika pemerintah atau lembaga terkait memiliki berbagai acara-acara ke-Pancasila-an yang bisa ditayangkan melalui streaming video maupun audionya saja.

Itulah beberapa upaya yang mungkin bisa digunakan untuk mengenalkan Pancasila kepada generasi muda yang nanti berdampak kearah re-orientasi Pancasila di kalangan muda. Dengan upaya yang dikemas dan dikreasikan se-kreatif mungkin serta disesuaikan dengan segmen sasaran kita yaitu generasi muda harapannya benar-benar memberikan warna baru dalam dinamika Pengenalan Pancasila agar lebih bisa diterima di kalangan muda yang tujuan akhirnya adalah menjadikan generasi muda Indonesia saat ini, bangga memiliki Pancasila, bangga berbudaya Pancasila dan bangga berjiwa Pancasila.

0 komentar:

Posting Komentar