Senin, 21 Januari 2013

1.000 Calon Wirausahawan Dapat Modal Penyedia Lapangan Kerja


JAKARTA-  Sebanyak 1.000 calon wirausahawan baru akan mendapat bantuan permodalan mulai dari Rp5 juta hingga Rp25 juta per orang dalam peringatan 3 tahun program Gerakan Kewirausahaan Nasional pada 18 Maret 2013. Calon penerima bantuan modal tersebut merupakan hasil dari audisi yang dilakukan  Kementerian Koperasi dan UKM terhadap 80.000 calon wirausahawan pemula dari seluruh Indonesia.

Prakoso Budi Susetio, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM. Mengatakan ke-80.000 calon wirausaha tersebut berasal dari beberapa elemen mulai dari perguruan tinggi, kelompok masyarakat strategis, dan umum. "Hal ini bagian dari peringatan 3 tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional pada 18 Maret 2013. Oleh karena itu tema dari peringatan itu ditetapkan Spirit of Global Entrepreneurships"

Guna mencapai target 80.000 orang tersebut, instansi tersebut melalui seluruh unit kerjanya akan melakukan sosialiasi ke setiap perguruan tinggi di Tanah Air. Prakoso optimistis target tersebut bisa diselesaikan. Langkah selanjutnya, ujar Prakoso, mewajibkan seluruh calon wirausahawan untuk membuat business plan sesuai dengan kapasitasnya sebagai pengusaha pemula atau yang biasa disebut sebagai start up.

Seluruh perencanaan bisnis tersebut akan diseleksi dan kemudian diputuskan layak atau tidak untuk mendapatkan bantuan modal. Bagi calon peserta yang proposalnya ditetapkan layak menjadi pengusaha pemula, yang mencapai 1.000 orang akan mendapat pembiayaan dengan jumlah dana maksimal Rp25 juta. Pemenang akan diumumkan pada 18 Maret 2013 di Gelora Bung Karno, Senayan. "Pada Desember tahun ini, pendaftaran peserta dan proses pembuatan business plan sudah bisa dimulai. Bagi mahasiswa pendaftaran dipusatkan di kampusnya, sedangkan kelompok umum dipusatkan di sekretariat panitia di Gedung SME Tower, Jakarta Selatan."


Melalui program penumbuhan wirausahawan pemula tersebut. Kementerian Koperasi dan UKM berupaya meningkatkan persentase wirausahawan nasional ke angka 2% dari total penduduk Indonesia. Sesuai data terakhir pada tahun ini, jumlah wirausaha Indonesia baru menapai 1,56%. Prakoso optimistis jumlah entrepreneuer di Tanah Air terus meningkat. Namun, menurutnya, angka pastinya akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang yang memiliki otoritas atas pengumuman tiap data resmi pemerintah.

Samakan Persepsi

Kementerian Koperasi dan UKM juga berupaya menyamakan persepsi dengan BPS mengenai jumlah wirausahawan tersebut. Lembaga tersebut menghitung wirausaha, apabila telah berhasil mempekerjakan pegawai. Kementerian Koperasi dan UKM berkeinginan agar penetapan wirausaha setelah berhasil menjalankan usaha, tanpa harus menunggu merekrut tenaga kerja. "Pada intinya kita ingin melahirkan minimal 1.000 wirausahawan baru melalui GKN pada 2013," kata Prakoso.

Sementara itu. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengharapkan pemerintah mengambil langkah nyata untuk mendukung pengusaha pemula guna merangsang pertumbuhan jumlah pengusaha di Indonesia. "Bantuan dari pemerintah untuk pengusaha pemula sangat penting dan harus dilakukan untuk merangsang pertumbuhan pengusaha pemula di Indonesia," kata Kelua VI Hipmi Bidang Infrastruktur Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengatakan di Indonesia jumlah pengusaha masih 1,56% dari total penduduk atau di bawah standar kemandirian sebesar 2%. Menurutnya, apabila menginginkan pertumbuhan bagus dan cepat paling tidak pengusaha di Indonesia harus berjumlah 5%.


0 komentar:

Posting Komentar